RUWAT BUMI GUCI 2017

RABU, 27 September 2017

Ruwat Bumi Guci, merupakan tradisi tahunan yang diadakan oleh warga Desa Guci dan Desa Pekandangan, tradisi ini rutin di laksanakan pada bulan Muharram bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga memohon keselamatan dari segala macam mara bahaya. Tradisi ini bukan tradisi syirik, melainkan tradisi untuk merawat bumi.

Pada acara Ruwat Bumi tersebut terdapat gunungan-gunungan yang berisi sayur-sayuran buah dan ubi-ubian hasil panen bumi di pertanian Desa Guci tersebut.

Tidak hanya gunungan hasil bumi yang wajib dihadirkan, namun juga ada prosesi memandikan kambing kendit (kambing yang berwarna hitam dan putih) di pancuran 13 oleh Bupati Enthus Susmono dan tokoh masyarakat. Ritual ini sebagai simbol kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan kambingnya sendiri merupakan simbol dari kehidupan yang akan terus berputar, tak lupa juga kembang setaman di taburkan di pemandian pancuran 13 pada saat pemandian kambing kendit.

Setelah prosesi memandikan kambing, dilanjutkan dengan upacara dan pembacaan riwayat guci oleh petugas dan harus menggunakan bahasa tegalan, dan tak lupa ada sambutan-sambutan yang disampaikan.

Kemudian dilanjutkan dengan proses pemotongan beberapa tumpeng oleh bupati kabupaten tegal sebagai simbol acara berjalan dengan lancar dan mendapat keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan yang terakhir adalah rebutan gunungan oleh warga sekitar, serta do’a bersama dan juga hiburan-hiburan lainnya yang biasanya di isi dengan tarian khas Tegalan.