Artikel / Berita
Artikel / Berita Pariwisata dan Budaya

Sedekah Bumi Cacaban Tahun 2018

DSC_2439Sedekah Bumi Cacaban yang berada Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah merupakan tradisi dan budaya kekayaan warisan leluhur yang harus dilestarikan.

Kearifan lokal ini bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang menyaksikan serta menambah perekonomian masyarakat desa sekitar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Tegal, Umi Azizah dalam acara Sekedah Bumi Cacaban, Selasa (30/10/18).

Prosesi acara sedekah bumi Cacaban diawali dengan upacara tradisi yang dilanjutkan dengan pelarungan sedekah bumi yang berisikan kepala kerbau, aneka jajanan pasar, dan hasil bumi.

Menurut Umi, kegiatan sedekah bumi ini adalah bagian dari ungkapan rasa syukur masyarakat Cacaban dan sekitarnya.

“Tidak adanya unsur yang bertentangan dengan akidah umat muslim. Sekali lagi, Sedekah Bumi Cacaban adalah tradisi, sarana penghormatan masyarakat Cacaban kepada para pendahulu, yang telah mewariskan kekayaan alam kepada anak cucu berupa hamparan tanah yang subur,” tegas Umi kepada Tribunjateng.com, usai acara.

Dari adanya acara sedekah bumi, Umi mengatakan terdapat nilai yang terkandung dalam acara tersebut, yaitu kekerabatan sosial.

Dimana saat era digital sekarang ini, interaksi sosial masyarakat lebih intens terjalin di media sosial.

Maka dengan adanya acara ini, dia berharap agar masyarakat lebih menjalinkan kebersamaan dan menjaga semangat kegotong-royongan yang lebih nyata, bukan virtual di dunia maya.

Lebih lanjut, Umi menitip agar Sedekah Bumi Cacaban terus dilestarikan, dan dikemas sedemikan menarik.

Kemudian, Umi meminta juga agar tradisi ini dipasarkan di medsos dengan konten-konten yang kreatif, kekinian, dan makin digital serta casual.

“Jika disuguhkan ke publik dengan konten menarik, insya Allah akan mendatangkan wisatawan,” imbuh Umi.