Artikel / Berita
Artikel / Berita Pariwisata dan Budaya

Ruwat Bumi Guci 2016

Ruwat Bumi merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan warga Desa Guci dan desa sekitarnya. Tradisi ini rutin dilakukan pada bulan Muharram bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga memohon keselamatan dari segala macam mara bahaya. Menurut Ki Enthus Susmono, tradisi ini bukan tradisi syirik, namun tradisi untuk merawat bumi.

 

Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menyelenggarakan Ruwat Bumi Guci pada hari Rabu, 12 Oktober 2016 kemarin. Hujan Deras mengiringi prosesi adat acara Ruwat Bumi Guci yang diyakini sebagai bentuk berkah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Kabupaten Tegal khususnya warga Guci.

 

Pada prosesi adat acara Ruwat Bumi Guci terdapat gunungan hasil bumi yang wajib dihadirkan, namun juga ada prosesi untuk memandikan kambing kendit (kambing yang berwarna hitam dan putih) di Pancuran 13 oleh bupati dan tokoh masyarakat. Ritual ini sebagai simbol kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan kambingnya sendiri merupakan simbol dari kehidupan yang akan terus berputar. Tak lupa kembang setaman juga ditaburkan pada pemandian ini.