JADIKAN SAPTA PESONA SEBAGAI BUDAYA DI DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA

Slawi – Apel bersama keluarga besar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Senin (2/9) pagi. Bertempat di halaman Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Dengan peserta apel seluruh karyawan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Dengan pembina apel Bapak Suharinto, S.Sos, M.Si selaku kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Dalam Kesempatan ini Pak Suharinto menyampaikan kepada seluruh pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga agar selalu mengedepankan Sapta Pesona. Agar pendapatan dapat meningkat. Karena Sapta Pesona adalah Salah satu penunjang peningkatan pendapatan.

Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung kKabupaten Tegal. Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. tidak menutup kemungkinan Sapta Pesona juga baik di terapkan pada lingkungan kerja di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

“Kini sudah memasuki triwulan ke 3 artinya semua saja baik pegawai yang ditempatkan di kantor ataupun dilapangan harus berfikir dengan waktu. Berapa target yang sudah masuk. Itu salah satu indikator kinerja kita. Kalau berbicara pendapatan endingnya tercapai, mohon untuk Purin, Cacaban, Guci dan GOR tidak ada waktu lain. Ayo hitung pendapat yang sudah masuk. Karena untuk sampai 31 Desember tinggal 3 bulan lagi.
Karena itu pada kesempatan ini Pak Suharinto menyampaikan “Ayo bersama sama menghitung waktu. tidak semata mata tanggung jawab Ka. UPTD tapi tanggung jawab semua yang ada dilapangan. Agar target pendatan tercapai. Semua satu kesatuan hanya saja perannya ber beda-beda. Kita harus selalu mengedepankan Sapta Pesona. Walau dalam keadaan capek tapi jangan menjadikan pengunjung yang jadi sasarannya. Harus ramah tamah dan sopan. Agar pengunjung punya kenangan dengan baik ketika berkunjung ke wisata. Karena yang dapat membuat pengunjung datang lagi adalah Sapta Pesona. Jadi secara otomatis akan membuat pendapatan meningkat.
Tetapi ketika pegawai tidak mengedepankan Sapta Pesona. Tidak akan pengunjung datang kembali ke wisata tersebut. Berikan senyuman, layani dengan ramah tamah dan sopan. Kita harus bekerja berorientasi pada keterbukaan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. terbuka belum tentu masyarakat puas.

Dalam akhir penyampaiannya Pak Suharinto mengajak Semua Karyawan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga agar dapat meningkatkan kerja sama yang baik antar pihak satu dengan yang lain. kita mulai sedikit sedikit mengurangi keegoan masing-masing karena bagaimanapun kita adalah satu keluarga.”